PENGEMBANGAN ALAT UKUR PSIKOLOGI “KECERDASAN EMOSI”

PENGEMBANGAN ALAT UKUR PSIKOLOGI

“KECERDASAN EMOSI”

NUR SYARIFUL AMIN, S.Psi

 

Abstrak. Tes merupakan prosedur sistematis untuk melakukan pengamatan terhadap perilaku  seseorang  dan mendeskripsikan perilaku tersebut dengan bantuan skala angka. Dalam penelitian memerlukan pengembangan instrumen yang dapat dipercaya, serta mampu mengukur hal-hal yang abstrak seperti: kecerdasan, hasil belajar, motivasi, sikap, minat, dan lain-lain sebagainya.. Pengembangan alat ukur dilakukan untuk meningkatkan validitas dan kebergunaan dalam mengukur konstruk psikologi yang ada. Setelah menetapkan konstruk psikologis, definisi normatif, definisi operasional, indikator dan blue print skala kecerdasan emosi, langkah selanjutnya mereview kesesuaian item dengan indikator dengan melibatkan rater. Skala kecerdasan emosi adalah alat pengumpul data yang digunakan untuk mengungkapkan tingkat kecerdasan emosi seseorang. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen  Kecerdasan Emosi yang telah disusun oleh Suryaningsih (2006) dengan menguji kembali validitasnya. Setelah dilakukan uji kembali validitasnya dengan melibatkan reviewer dari expert judgment yaitu mahasiswa Pasca Sarjana Magister Profesi dan Magister Sains Psikologi sejumlah 11 orang rater. Dari 30 item pernyataan, setelah memalui proses perhitungan Content validity Indeks (CVI) diperoleh hasil bahwa 16 item pernyataan dinyatakan valid dan 14 item pernyataan dinyatakan tidak valid / gugur. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan instrumen / skala kecerdasan emosi harus dilakukan terus-menerus untuk meningkatkan validitas item. Skala kecerdasan emosi meskipun telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas sebelumnya, namun setelah dilakukan uji validitas kembali ternyata masih ada beberapa item yang dinyatakan gugur oleh para ahli yang mewakili. Maka semakin sering suatu alat ukur dilakukan pengembangan dengan menguji kembali validitas dan reliabilitasnya, maka akan semakin baik dan memenuhi standar alat ukur tersebut untuk digunakan.

 Kata kunci : Pengembangan, alat ukur, psikologi, kecerdasan emosi

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN KREATIVITAS PADA SISWA AKSELERASI

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI

DENGAN KREATIVITAS PADA SISWA AKSELERASI

NUR SYARIFUL AMIN, S.Psi

Abstrak. Dalam dunia pendidikan kelas Akselerasi dianggap sebagai kelas yang sudah dapat memenuhi segala kebutuhan siswa berbakat Intelektual. Dimana untuk menjadi akseleran banyak syarat yang harus dipenuhi termasuk bebas dari problem emosional dan sosial yang ditunjukkan dengan adanya presistensi dan motivasi dalam derajat yang tinggi.  Kenyataan yang ada dan menjadi permasalahan pada kelas Akselerasi saat ini adalah suasana kelas yang lebih menuntut pada kemampuan siswa berpikir konvergen (pengembangan dalam bidang akademik) daripada berpikir divergen dan kreatif. Siswa merasa tidak nyaman karena suasana belajar yang tegang, membuat siswa menjadi tertekan dan frustasi terhadap tuntutan yang ada.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan kreativitas pada siswa akselerasi. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dengan kreativitas pada siswa  akselerasi.  Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien  korelasi  :  rxy  =  0,143;  p = 0,288  (p < 0,05), berarti  tidak  ada hubungan antara kecerdasan emosi dengan kreativitas. Peranan atau sumbangan efektif kecerdasan emosi terhadap kreativitas sebesar 2,046% Berdasarkan hasil analisis diketahui rerata empirik kecerdasan emosi pada subjek penelitian tergolong tinggi ditunjukkan oleh  rerata empirik (RE) = 226,912 dan rerata hipotetik (RH) = 180. kondisi tinggi ini berarti subjek penelitian memiliki perilaku berlandaskan pada aspek-aspek yang ada pada variabel kecerdasan emosi. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan  tidak  ada hubungan  antara kecerdasan emosi dengan kreativitas. 

Kata kunci: kecerdasan emosi, kreativitas, akselerasi

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN KONSELOR SEKOLAH DALAM PENYELENGGARAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DAN UPAYA PEMECAHANNYA

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN KONSELOR SEKOLAH DALAM PENYELENGGARAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DAN UPAYA PEMECAHANNYA

 Oleh : Faijin, S.Pd

 Abstrak, Memiliki pemahaman konsep dasar konselor dengan baik berimplikasi pada kemampuan konselor sekolah dalam mengaplikasikan layanan bimbingan dan konseling secara ideal. Kenyataannya yang terjadi dilapangan masih terdapat banyak kekurangan, hal ini pula yang mendesak semua komponen pendidikan khususnya konselor  untuk melakukan usaha perbaikan. Oleh sebab itu peningkatan kompetensi konselor sekolah baik kompetensi keilmuan,kompetensi keahlian, maupun kompetensi perilaku akan mewujudkan pelaksanaan program bimbingan dan konseling secara jelas,terarah dan sistematis.

Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan LKS Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Pada Materi Teorema Pythagoras

Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan LKS Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Pada Materi Teorema Pythagoras

 Dewi Silviana 1* , Dwi Novitasari 2
1 STKIP BIMA
2 Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
*Email : dewiatrian2015@yahoo.com

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning berbantuan LKS terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Kota Bima yang berjumlah 259 siswa sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-8  yang terdiri dari 34 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-6 yang terdiri dari 32 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes pemahaman konsep matematika siswa. Analisis uji coba instrumen meliputi validasi, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda.

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN JARIMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN KELAS III SD

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN JARIMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN KELAS III SD

 INFLUENCE OF JARIMATIKA LEARNING METHOD ON LEARNING PARTICIPANTS LEARNING IN THE MATERIAL OF GRADUATION AND CLASSIFICATION OF CLASS III  PRIMARY SCHOOL 

Dewi Silviana, M.Pd.
Dewiatrian2015@yahoo.com
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(STKIP) Kota Bima

 

ABSTRAK

Pembelajaran matematika khususnya dalam pembelajaran berhitung peserta didik menganggap bahwa matematika merupakan salah satu mata pelajaran sulit dan tidak disukai oleh sebagian besar pesserta didik. Bahkan, tidak sedikit peserta didik yang mengeluh bahwa pelajaran matematika hanya membuat kepala pusing. Apalagi yang mengajar matematika sering kali berperilaku killer, cepat marah, suka mencela, sering menghukum, terlalu cepat dan monoton. Hal ini yang menyebabkan minat belajar peserta didik rendah sehingga hasil belajar dari peserta didik kurang maksimal. Oleh sebab itu perlu adanya metode pembelajaran yang tepat dan memotivasi peserta didik aktif karena ini akan berdampak pada keberhasilan dalam belajar, pembelajaran tersebut adalah metode pembelajaran jarimatika. Pembelajaran jarimatika merupakan gabungan dari kata “ jari “ dan “aritmatika”, yang menarik dari jarimatika adalah metode berhitung operasi kali-bagi-tambah-kurang (KABATAKU) dalam matematika dengan menggunakan jari-jari tangan yang mudah dan menyenangkan. Dengan metode jarimatika peserta didik akan lebih senang belajar matematika khususnya pada operasi perkalian dan pembagian, selain itu peserta didik tidak akan mudah lupa karena metode jarimatika adalah hal yang dilakukan dan dilihat oleh peserta didik secara langsung. Dengan metode jarimatika ini hanya menggunakan jari tangan sebagai alat bantu berhitung dan peserta didik tidak akan mudah lupa karena metode jarimatika adalah hal yang dilakukan dan dilihat oleh peserta didik secara langsung.

Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas III SDN Inpres Kalampa 2 Woha dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III yang berjumlah 32 peserta didik. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes dan dokumentasi. Tes diberikan dalam bentuk uraian, sebelum tes digunakan terlebih dahulu dilakukan uji coba untuk mengetahui validitas, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada metode pembelajaran jarimatika terhadap hasil belajar peserta didik pada materi perkalian dan pembagian kelas III SDN Inpres Kalampa 2 Woha dengan  (5% = 1,695) <  (11,705), yang berarti bahwa nilai  lebih dari nilai  pada taraf 5%. Dengan demikian,  ditolak atau  diterima. Kesimpulan yang diambil adalah terdapat pengaruh yang signifikan nilai tes akhir peserta didik yang diajar dengan menggunakan metode jarimatika. Sedangkan besar pengaruh metode pembelajaran jarimatika terhadap hasil belajar peserta didik kelas III SDN Inpres Kalampa 2 Woha adalah 32,35% yang tergolong rendah namun jarimatika mampu meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik.

Key Word: Pembelajaran Jarimatika, Hasil Belajar.

 Download File disini

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN TEKNIK BERTUKAR PASANGAN (PAIR CHECKS) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM KOORDINAT SISWA KELAS VIII-E SMPN 7 KOTA BIMA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN TEKNIK BERTUKAR PASANGAN (PAIR CHECKS) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM KOORDINAT SISWA KELAS VIII-E SMPN 7 KOTA BIMA

 Ulfah Atri1, Sriaryaningsyih2. Jurusan matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Matematika Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP)  Bima.

Penerapan model pembelajaran Kooperatif dengan teknik bertukar pasangan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Sistem Koordinat siswa kelas VIII E SMPN 7 Kota Bima tahun ajaran 2016/2017. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Kooperatif dengan teknik bertukar pasangan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Sistem Koordinat siswa kelas VIII E SMPN 7 Kota Bima tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data dari nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I 77,38 dengan persentase secara klasikal sebesar 85,71% kemudian nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II mencapai 78,33 dengan presentasi secara klasikal sebesar 90,48. Berasarkan presentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I ke siklus II diperoleh peningkatan presentase ketuntasan belajar siswa sebesar 4,77%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif dengan teknik bertukar pasangan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Sistem Koordinat siswa kelas VIII E SMPN 7 Kota Bima.

Kata Kunci : Model Kooperatif dengan Teknik Bertukar Pasangan, Aktivitas dan Hasil  Belajar

 Download File disini

PROFIL KEMAMPUAN KOMUNIKASI VISUAL-VERBAL DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA SISWA SMAN 17 MAKASSAR

PROFIL KEMAMPUAN KOMUNIKASI VISUAL-VERBAL DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA SISWA SMAN 17 MAKASSAR

Dewi Silviana1, Dr. Djadir, M.Pd2., Prof. Dr. Usman Mulbar, M.Pd3
Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana
Universitas Negeri Makassar
Makassar, Indonesia

Download File disini

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan mengungkap profil kemampuan komunikasi visual-verbal dalam pemecahan masalah matematika dilihat dari prestasi belajar matematika siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama yang dipandu oleh tes prestasi belajar matematika, tes pemecahan masalah matematika komunikasi visual-verbal, pedoman wawancara. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMAN 17 Makassar yang terdiri dari 2 orang siswa prestasi belajar tinggi (PBT), 2 orang siswa prestasi belajar sedang (PBS), dan 2 orang siswa prestasi belajar rendah (PBR).

Pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis tugas dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan dalam 3 kelompok tersebut terdapat warna berbeda yang bisa diperoleh dari keragaman komunikasi dalam pemecahan masalah matematika dengan memperhatikan kemampuan komunikasi dengan simbol visual-verbal matematis. Siswa dengan prestasi belajar tinggi cenderung memiliki  kemampuan komunikasi visual dan verbal matematis yang lebih kompleks dibanding siswa dengan prestasi belajar sedang dalam memecahkan masalah matematika. Sedangkan, siswa dengan prestasi belajar rendah cenderung memecahkan masalah dengan komunikasi simbol verbal matematis.

Kata kunci    :   Kemampuan Komunikasi, Visual-Verbal, Pemecahan Masalah Matematika

Strategi Think Talk Write Melalui Belajar Dalam Kelompok Kecil

Strategi Think Talk Write Melalui Belajar Dalam Kelompok Kecil

Oleh. Sriarningsih

Download File disini

Metode Pembelajaran Snowball Throwing dengan Penilaian Portofolio

Metode Pembelajaran Snowball Throwing dengan Penilaian Portofolio

Oleh. Dewi Silviana

Download File Disini

JOURNAL OF EDUCATION AND SOCIETY DEVELOPMENT

STRATEGI PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA SISWA

(STUDENT-CENTERED LEARNING)

 Dusalan

Email: dusalan@ymail.com

 

Abstrak: Student Centre Learning (SCL)pendidik bukan lagi sebagai pemeran utama yang tahu segalanya. Bukan berarti tugas pendidik (guru) menjadi ringan atau bahkan tidak berarti lagi, namun pendidik dituntut sebagai motivator, fasilitator dan inspiritor yang membantu siswa untuk menemukan tujuan yang dapat dicapai, mendorong siswa untuk dapat menilai hasil belajarnya sendiri, menemukan gaya belajarnya sendiri, membantu mereka untuk bekerja sama dalam kelompok, dan memastikan agar mereka mengetahui bagaimana memanfaatkan semua sumber belajar yang tersedia. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk membahas strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning) sebagai strategi yang dapat digunakan dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa dan membentuk sikap positif siswa terhadap pembelajaran.