Monthly Archives: April 2018

APLIKASI MODEL EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MELATIH KETERAMPILAN MENGELOLA EMOSI MARAH PADA PESERTA DIDIK SMP

APLIKASI MODEL EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MELATIH KETERAMPILAN MENGELOLA EMOSI MARAH PADA PESERTA DIDIK SMP

NURHAYATI, M.Pd

Abstrak.Rasa marah merupakan bagian dari emosi yang dimiliki oleh semua individu, dalam kadar tertentu hampir setiap individu pernah mengalaminya. Terkadang individu sulit untuk mengontrol emosi marah, hal itu tergantung dari keterampilan individu dalam mengelola emosi marah yang muncul, oleh karena itu, guru BK perlu memberikan latihan agar peserta didik memiliki keterampilan dalam mengelola emosi marah melalui teknik tertentu. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan model experiential learning untuk melatih keterampilan pengelolaan emosi marah. Rancangan penelitian ini menggunakan True Experimental Pre-test, Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah peserta didik SMP Negeri 6 Kota Bima kelas VII. Subjek penelitian terjaring secara random sehingga diperoleh sejumlah 10 orang yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n = 5) dan kelompok kontrol (n = 5). Instrumen lain yang digunakan adalah lembar penilaian diri, lembar tugas mengelola emosi marah dan pedoman observasi. Teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Two Independent Sample Test Mann Whitney untuk membandingkan perbedaan skor keterampilan pengelolaan emosi marah antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien Z (-2.207) dengan signifikansi sebesar 0.027 yang berarti 0.027 di bawah nilai probabilitas yaitu (0.027 < 0.05). Berdasarkan hasil uji statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara peserta didik yang diintervensi dengan model experiential learning dan peserta didik yang diintervensi dengan bimbingan secara umum, sehingga model experiential learning efektif untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan emosi marah peserta didik SMP. Hasil pelatihan menunjukan bahwa model experiential learning bisa untuk mengajarkan keterampilan mengelola emosi marah peserta didik SMP.

PROGRAM PEMINATAN SISWA KURIKULUM 2013

PROGRAM PEMINATAN SISWA KURIKULUM 2013

NURHAYATI, M.Pd

Abstrak. Tuntutan kurikulum 2013 menghendaki konselor sekolah  memperhatikan secara proporsional program peminatan yang menjadi sentral  dalam kurikulum 2013.  Implementasi kurikulum tahun 2013 menekankan penilaian berbasis proses dan hasil, dengan tidak menyederhanakan upaya pendidikan sebagai pencapaian target-target kuantitatif berupa angka-angka hasil ujian sejumlah mata pelajaran akademik saja, tanpa penilaian proses atau upaya yang dilakukan oleh peserta didik. Potemsi psikologis seperti kejujuran, kerja keras dan disiplin adalah hal yang tidak boleh luput dari penilaian proses. Kurikulum 2013 lebih sensitif dan respek terhadap perbedaan kemampuan dan kecepatan belajar peserta didik, dan untuk SMA/MA dan SMK memberikan peluang yang lebih terbuka kepada peserta didik untuk memilih mata pelajaran yang diminati, mendalami materi mata pelajaran dan mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara fleksibel sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat dan karakteristik kepribadian tanpa dibatasi dengan sekat-sekat penjurusan yang terlalu kaku. Peminatan pada dasarnya adalah proses yang berkesinambungan untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tujuan utuh Pendidikan Nasional. Dilihat dari konteks ini maka bimbingan dan konseling sebagai salah satu wilayah layanan pendidikan di sekolah memiliki peran strategis untuk membantu peserta didik agar dapat menavigasi perjalanan hidupnya melalui pengambilan keputusan dalam rangka  memilih, meraih dan mempertahankan kariernya guna  mewujudkan kehidupan yang produktif dan sejahtera, serta untuk menjadi warga masyarakat yang peduli kemaslahatan umum. Berkaian dengan itu, profesi  Bimbingan dan Konseling (2013) telah merumuskan hakikat peminatan dalam implementasi Kurikulum 2013 bahwa peminatan dapat difahami sebagai upaya advokasi dan fasilitasi perkembangan peserta didik, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga mencapai perkembangan optimum

PENERAPAN KONSELING KELOMPOK REALITA UNTUK MENINGKATKAN DISIPIN BELAJAR PESERTA DIDIK SMA

PENERAPAN KONSELING KELOMPOK REALITA UNTUK MENINGKATKAN DISIPIN BELAJAR PESERTA DIDIK SMA

NURHAYATI, M.Pd 

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan disiplin belajar setelah subjek di treatmen menggunakan konseling kelompok realita. Penerapan konseling kelompok realita ini menggunakan alur/sistem WDEP yang terdiri dari 4 tahap yaitu: yaitu tahap eksplorasi kebutuhan/tujuan (wants), tahap tindakan (doing), tahap penilaian (evaluation), tahap perencanaan (planning). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif model singlesubject design. Alat pengumpul data yang digunakan adalah daftar cek monitoring untuk mendapatkan data perubahan perilaku disiplin belajar peserta didik, catatan dokumentasi dan pedoman observasi sebagai data pelengkap yang digunakan untuk mengetahui perubahan perilaku disiplin belajar peserta didik setelah diberikan perlakuan. Subjek penelitian ini empat orang peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Kota Bima yang memiliki disiplin belajar kategori rendah. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik non parametrik uji tanda (sign test) dan persentase (%). Hasil analisis data persentase (%) menunjukkan bahwa penurunan skor tidak disiplin belajar peserta didik setelah diberikan perlakuan menggunakan konseling kelompok realita dengan menggunakan alur/sistem WDEP sebagai berikut: SH menurun frekuensi 68,75 % dan durasi 72,41 %, KA menurun frekuensi 62,5 % dan durasi 72 %, AD menurun frekuensi 83,33 % dan durasi 88,88 %, SR menurun frekuensi 70,58 % dan durasi 78,57 %. Hasil analisis uji tanda (sign test) menunjukkan bahwa peningkatan skor disiplin belajar peserta didik setelah diberikan perlakuan menggunakan konseling kelompok realita dengan menggunakan alur/sistem WDEP signifikan, karena ρ = 0,031 memiliki harga yang lebih kecil dari α = 0,05, dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Sehigga dapat disimpulkan bahwa penerapan konseling kelompok realita dapat meningkatkan disiplin belajar peserta didik

SPK UNTUK MEREKOMENDASIKAN KESESUAIAN LAHAN PADA KOMODITAS TANAMAN PRIORITAS

SPK UNTUK MEREKOMENDASIKAN KESESUAIAN LAHAN PADA KOMODITAS TANAMAN PRIORITAS

KHAIRUNNISA, S.Pd., M.Cs

Abstrak. Penelitian ini dibuat didasarkan pada kebutuhan Kepala Balai Ketahanan Pangan dan Penyuluhan dalam mencari tahu kesesuaian lahan dengan komoditas tanaman pangan yang ada di Kota Bima yang terdiri dari padi, bawang merah, bawang putih dan jagung. Keputusan yang tepat terkait hal tersebut merupakan salah satu faktor penentu dalam meningkatkan sektor pertanian di Kota Bima yang lahan pertanian semakin berkurang akibat pembangunan dimana-mana. Penelitian ini menunjukkan bagaimana SPK dengan metode Profile Matching dan AHP  memberikan rekomendasi terhadap prioritas komoditas tanaman pangan untuk suatu lahan. Metode Profile Matching digunakan untuk mencari bobot gap, menentukan nilai kriteria, nilai akhir dan perangkingan sedangkan AHP digunakan untuk melengkapi metode Profile Matching menentukan bobot kriteria dan sub kriteria yang digunakan pada perhitungan nilai kriteria dan nilai akhir, metode AHP juga digunakan untuk mengolah data text dengan melakukan scoring sehingga dapat dihitung nilainya. Interpolasi juga digunakan dalam sistem ini, untuk membantu mencari nilai dari data yang profile ideal tananamannya berupa interval seperti curah hujan, temperatur, topografi dan pH. Interpolasi juga digunakan untuk membantu mencari nilai bobot gap yang nilai gapnya dalam bentuk desimal hasil dari perhitungan scoring data text. Hasil penelitian menunjukkan sistem dapat memberikan rekomendasi komoditas prioritas yang sama dari hasil data yang ada pada BKPP.   

MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL INSTRUCTIONAL GAMES UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA

MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL INSTRUCTIONAL GAMES UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA

KHAIRUNNISA, S.Pd

Abstrak. Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa dengan menggunakan Multimedia Interaktif model Instructional Games. Multimedia Interaktif model Instructional Games ini memberikan pengalaman baru cara belajar sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar. Serta menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan minat belajar. Metode penelitian yang digunakan metode kuasi eksperimen , populasi penelitiannya  siswa  kelas XI SMA Negeri  4 Kota Bima. Desain penelitian yang digunakan Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design sampel diambil dengan teknik Cluster Sampling. Untuk memperoleh data yang sesuai dalam penelitian ini digunakanlah beberapa instrumen yaitu tes minat belajar bentuk soal pilihan ganda dan essay, multimedia interaktif model instructional games, angket skala sikap dan lembar observasi. Dari penelitian diketahui nilai rata-rata kelas Computer Based Instruction menggunakan Multimedia Interaktif model Instructional Games 91,04 sedangkan kelas konvensional 81,94 kemudian nilai thitung diperoleh2,729  maka dapat dikatakan  bahwa minat belajar siswa dengan menggunakan Multimedia Interaktif model Instructional Games lebih baik dari pada minat belajar siswa yang proses pembelajarannya konvensional. Dari hasil perhitungan nilai gain diperoleh nilai gain kelas yang menggunakan Multimedia Interaktif model Instructional Games 0,84 sedangkan kelas konvensional 0,65, dari hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa, terdapat peningkatan yang signifikan antara minat belajar siswa dengan menggunakan Multimedia Interaktif model Instructional Games dari pada minat belajar siswa yang proses pembelajarannya secara konvensional. Respon siswa terhadap Multimedia Interaktif model Instructional Games sebesar 82,14% maka dikatakan sangat baik.

SISTEM PAKAR “ASPHYXPERT” UNTUK DIFERENSIAL DIAGNOSA DAN TATALAKSANA PENANGANAN DINI UNTUK PENYAKIT SESAK NAPAS

SISTEM PAKAR “ASPHYXPERT” UNTUK DIFERENSIAL DIAGNOSA DAN TATALAKSANA PENANGANAN DINI UNTUK PENYAKIT SESAK NAPAS

KHAIRUNNISA, S.Pd., M.Cs

Abstrak. Sistem pakar adalah suatu program komputer yang dibuat berdasarkan bidang tertentu, dimana tingkat keahlian dari program tersebut dalam mengatasi masalah sebanding dengan kemampuan seorang ahli di bidang tersebut (Ignizio, 1991). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun dan mengimplementasikan sebuah sistem pakar yang dapat digunakan untuk melakukan proses diferensial diganosa mengenai penyakit yang disebabkan oleh sesak napas dan tatalaksana pengobatannya. Dalam penelitian ini, sistem pakar dimanfaatkan untuk membantu diagnosa penyakit secara dini. Dengan menggunakan proses tanya-jawab sehingga pengguna dapat mengetahui penyakit yang diderita dan cara penanganannya. Sistem pakar ini dapat dimanfaatkan untuk calon dokter spesialis sebagai media pembelajaran dalam memahami penyakit yang disebabkan oleh sesak napas. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah membangun atau merancang aplikasi untuk mendiagnosa dan memberikan saran pengobatan penyakit yang disebabkan oleh sesak napas dengan penalaran berbasiskan aturan (rule-based) dan menggunakan certainty factor untuk meningkatkan keyakinan terhadap hasil diagnosa yang diberikan sistem. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap rule yang ada dalam sistem memiliki tingkat keyakinan yang berbeda-beda-beda, tergantung tingkat keyakinan pakar terhadap gejala-gejala yang mempengaruhi suatu penyakit, nilai tingkat keyakinan gejala pada proses diagnosa dapat ditentukan secara berbeda-beda oleh paramedis, sehingga dalam proses pendiagnosaan menjadi lebih teliti dalam menentukan hasil diagnosa dan Sistem dapat memberikan hasil diagnosa berupa penyakit yang kemungkinan diderita pasien dan tatalaksana pengobatan dini.

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP MINAT DAN PERILAKU BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS/KEJURUAN (SMA/SMK) DI KOTA BIMA

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP MINAT DAN PERILAKU BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS/KEJURUAN (SMA/SMK) DI KOTA BIMA

KHAIRUNNISA, S.Pd., M.Cs

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial terhadap minat dan perilaku belajar siswa SMA/SMK di Kota Bima. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif, populasi penelitiannya adalah siswa SMA/SMK kelas XI di Kota Bima, sampel di ambil berdasarkan perhitungan proposional random sampling sehingga mewakili jawaban pada wilayah yang diteliti. Untuk memperoleh data yang sesuai dalam penelitian ini digunakanlah metode observasi dan kuisioner untuk pengumpulan data primer, sedangkan pengumpulan data sekunder menggunakan metode studi dokument dan studi pustaka. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tekhnik presentase, korelasi product moment dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, ada hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial terhadap minat dan perilaku belajar siswa SMA/SMK di Kota Bima, karena nilai rxy bernilai 0,4385 lebih besar dari r tabel 1% yang menghasilkan angka 0,1128 dan tabel 5% dari tabel r menghasilkan angka 0,1478 sehingga nilai rxy lebih besar dari r tabel 1% dan r tabel 5% yaitu 0,1128<0,4385>0,1478. Dari hubungan yang signifikan diatas juga diperoleh pengaruh yang signifikan antara penggunaan media sosial terhadap minat dan perilaku belajar siswa di Kota Bima Tahun Ajaran 2016-2017. Hasil analisis dari analisis regresi menunjukan hasil analisis regresi memperoleh harga Freg= 74,03. Harga Freg lebih besar dari pada harga tabel F baik taraf signifikan 5% maupun 1%, yaitu 3,889<74,03>6,759. Artinya ada pengaruh yang negatif dan hubungan yang tinggi antara penggunaan media sosial terhadap minat dan perilaku belajar siswa SMA/SMK kelas XI di Kota Bima.

EFEKTIVITAS TEHNIK MODELING SIMBOLIK UNTUK MENURUNKAN PERILAKU LOW RESPONSIBILITY MAHASISWA DALAM BELAJAR

EFEKTIVITAS TEHNIK MODELING SIMBOLIK

UNTUK MENURUNKAN PERILAKU LOW RESPONSIBILITY MAHASISWA DALAM BELAJAR

FAIJIN, M.Pd

Abstrak. Efektivitas Modeling Simbolik untuk menurunkan perilaku tidak bertanggung jawab mahasiswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui efektivitas modeling simbolik dalam menurunkan perilaku tidak bertanggung jawab mahasiswa dalam belajar pada program studi bimbingan dan konseling STKIP BIMA Tahun Akademik 2017/2018. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Peneliti menggunakan penelitian eksperimen semu (Quasi-Eksperimental Research) tanpa kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan kasus tunggal (Single-Case Experimental Design) yang disingkat SCED. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain A-B-A’. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang mahasiswa yang memiliki tanggung jawab belajar rendah. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, catatan dokumentasi dan wawancara. Untuk melakukan analisa data hasil penelitian menggunakan visual inspection dan persentase. Dari visual inspection dan persentase yang ada akan diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan efektif tidaknya tehnik modeling simbolik untuk meningkatkan tanggung jawab belajar mahasiswa. Berdasarkan perhitungan persentase perubahan perilaku tidak tanggung jawab belajar dari masing-masing subjek tereduksi diatas 50% dan dapat diuraikan sebagai berikut: Subjek 1, terjadi penurunan frekuensi 75%. Subjek 2, terjadi penurunan frekuensi sebesar 71,2%. Subjek 3, terjadi penurunan frekuensi sebesar 76,4%. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa keefektifan tehnik modeling simbolik setelah  diberi treatment (fase B) untuk menurunkan perilaku tidak bertanggungjawab mahasiswa dalam belajar dinyatakan diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tehnik modeling simbolik efektif untuk menurunkan perilaku tidak bertanggung jawab mahasiswa dalam belajar.

KERUKUNAN KELUARGA DAN PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK

KERUKUNAN KELUARGA DAN PENGARUHNYA

TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK

 FAIJIN, M.Pd

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerukunan keluarga dan pengaruhnya terhadap motivasi belajar peserta didik SMPN 3 Langgudu. Asumsi penelitian adalah jika dalam keluarga terbentuk kerukunan maka motivasi anak untuk belajar akan meningkat, instrument yang digunakan adalah angket. Untuk pengujian hipotesis yang diajukan peneliti menggunakan metode statistika dengan rumus regresi linear sederhana. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 135 orang, sedangkan sampel penelitian diambil 20% dari populasi atau 27 orang peserta didik. Tehnik penentuan sampel dilakukan dengan cara proporsional random sampling. Dengan mengacu pada hasil analisis data dilapangan yaitu diperolehnya nilai t-hitung sebesar 2,02639 dikonversikan dengan nilai t-tabel yang diperoleh dari dk N-2 = 27-2 = 25 adalah sebesar 1,703 dengan taraf signifikansi 0.05 %. Dari hasil tersebut diketahui bahwa nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel (2,02639 > 1,703). Berdasarkan hasil analisis data penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh kerukunan keluarga terhadap motivasi belajar peserta didik SMPN 3 Langgudu dinyatakan diterima. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin rukun kehidupan dalam keluarga maka cenderung semakin baik motivasi peserta didik untuk belajar. Sebaliknya apabila kehidupan dalam keluarga kurang rukun maka akan berdampak kurang baik pula pada motivasi peserta didik untuk belajar. Dengan adanya hasil penelitian tersebut peneliti memberikan saran kepada orang tua dan keluarga di rumah diharapakan dapat membentuk dan menampilakan pola kehidupan yang rukun, tenteram, aman dan nyaman. Bagi konselor sekolah, diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik terutama masalah belajar dan terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling.

EFEKTIVITAS BIBLIOKONSELING UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA BERBICARA DI DEPAN UMUM

KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA BERBICARA DI DEPAN UMUM

Oleh

Faijin, S.Pd, M.Pd

 Abstrak. Tujuan penelitian adalah (i) untuk mengetahui gambaran kepercayaan diri berbicara di depan umum mahasiswa sebelum dan setelah penerapan bibliokonseling, (ii) untuk mengetahui  efektivitas bibliokonseling dalam meningkatkan kepercayaan diri berbicara di depan umum mahasiswa pada sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen (true eksperimen desain) dalam bentuk pretes-postes kontrol grup desain terhadap 20 orang sampel penelitian dengan klasifikasi 10 orang mahasiswa kelompok eksperimen dan 10 orang mahasiswa kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis statistic deskriptif nonparametrik uji wilccoxon. Berdasarkan hasil perhitungan statistik uji Wilcoxon Signed Rank Test (WSRT) diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.005 lebih kecil dari taraf signifikansi 0.05 (0.005<0.05) maka hipotesis yang diajukan dapat diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan (i) gambaran kepercayaan diri berbicara di depan umum mahasiswa sebelum penerapan bibliokonseling berada pada kategori “rendah”, setelah penerapan bibliokonseling berada pada kategori “tinggi”. (ii) bibliokonseling efektif meningkatkan kepercayaan diri berbicara di depan umum mahasiswa pada STKIP Bima.