Monthly Archives: September 2017

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XIIA IPA SMAN 2 BOLO TAHUN PELAJARAN 2015/2016 PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI MENENTUKAN PENYELESAIAN SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF, INOVATIF, KREATIF DAN MENYENANGKAN (PAIKEM)

PENINGKATAN  HASIL BELAJAR SISWA KELAS XIIA IPA SMAN 2 BOLO TAHUN PELAJARAN 2015/2016  PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA  MATERI MENENTUKAN PENYELESAIAN SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF, INOVATIF, KREATIF DAN MENYENANGKAN (PAIKEM)

Oleh. Andang

 

Abstrak ; Penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa Kelas XIIA IPA SMAN 2 Bolo melalui pendekatan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM). Subjek penelitian adalah siswa Kelas XIIA IPA SMAN 2 Bolo penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah terdapat peningkatan hasil belajar Matematika pada materi menentukan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel siswa Kelas XIIA IPA SMAN 2 Bolo melalui pendekatan Pembelajaran aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM), baik secara kualitatif maupun kuantitatif, karena kemampuan siswa dalam mengerjakan tugas-tugasnya mengalami peningkatan. Hal ini menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa meningkat.

KONTRIBUSI KONSEP DIRI DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS X SMA DI KECAMATAN SAPE BIMA

KONTRIBUSI KONSEP DIRI DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS X SMA DI KECAMATAN SAPE BIMA

Oleh. Dusalan

Abstract. There are several factors in this study influence Mathematics learning outcomes of students, namely the internal factor and external factor. The study was ex-post facto with causality. The population of the study was grade X students at SMA in sape subdistrict of Bima of academic year 2012/2013 selected by employing proportional stratified random sampling.The instruments user for the study were (1) self-concenp scale, (2) parental concret scale, (3) achievement motivation scale, and (4) test of Mathematic laurning ouctomes. Data were analyzed by using stastics desecriptive and path analysis. The ruselts  of the study revealed that (1) the self-concept of grade X student at SMA in Sape subdistrict of Bima was in high category 50,75%; (2) the parental concern of grade X student at SMA in Sape subdistrict of Bima was in medium category 50,25%; (3) the achievement motivation of grade X student at SMA in Sape subdistrict of Bima was in high category 57,29%; (4) the Mathematics learning outcomes of grade X student at SMA in Sape subdistrict of Bima was in high category 57,79%; (5) the contribution of self-concept, parental concern, and achievement motivation toward Mathematics learning outcomes of grade X student at SMA in Sape subdistrict of Bima was 11,10%;

STRATEGI  IMPLEMENTASI  PENDIDIKAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI DALAM MENDUKUNG GERAKAN REVOLUSI MENTAL

STRATEGI  IMPLEMENTASI  PENDIDIKAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI DALAM MENDUKUNG GERAKAN REVOLUSI MENTAL

 Oleh. Yasser Arafat

Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengembangkan strategi implementasi pendidikan karakter di perguruan tinggi dalam mendukung gerakan revolusi mental melalui implementasi nilai-nilai karakter yaitu ketaatan beribadah, kejujuran baik akademik maupun non akademik, disiplin dan tanggungjawab, hormat dan peduli dan kerjasama. Dalam tulisan ini Pembangunan karakter dikalangan generasi muda perlu dilakukan secara serius, karena generasi muda memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa.  Fungsi generasi muda dalam pembangunan karakter bangsa adalah 1. Generasi muda sebagai pembangun- kembali karakter bangsa (character builder). Di era globalisasi ini, peran generasi muda adalah membangun kembali karakter positif bangsa seperti misalnya meningkatkan dan melestarikan karakter bangsa yang positif sehingga pembangunan kemandirian bangsa sesuai pancasila dapat tercapai sekaligus dapat bertahan ditengah hantaman globalisasi, 2. Generasi muda sebagai pemberdaya karakter (character enabler). Pembangunan kembali karakter bangsa tentu tidak cukup, jika tidak dilakukan pemberdayaan secara terus menerus. Sehingga generasi muda juga dituntut untuk mengambil peran sebagai pemberdaya karakter atau character enabler.

PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN

PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM) DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA

Oleh: Dusalan

Abstrak  : Pembelajaran matematika merupakan salah satu pembelajaran yang dianggap sulit bagi sebagian besar siswa. Hal tersebut terjadi karena matematika memiliki konsep yang abstrak sehingga sulit untuk dihubungkan dalam kehidupan sehari-hari. Berkaitan dengan persoalan tersebut, proses pembelajaran perlu didesain dengan menggunakan berbagai media pembelajaran, salah satunya adalah alat peraga. Penggunaan alat peraga yang tepat dapat menjadikan pelaksanaan proses pembelajaran secara aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan.

PEMPROSESAN INFORMASI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA: SUATU ALTERNATIF DALAM MENGOPTIMALKAN PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH

PEMPROSESAN INFORMASI  PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA: SUATU ALTERNATIF DALAM MENGOPTIMALKAN PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH

Oleh : Dusalan

 

Abstract : Information process teory is one of the cognitive learning theories dominating education world in the 1980s. since it is very wide and abstract, its application in mathematics learning need an approach which applies learning model relevant to the concept of information process theory. Although information process theory can be applied in the problem solving method, but the main point of the information process puts the success on the relation between the new information and the knowledge owned by the students. Therefore, the  information process theory application will be more appropriate if it is provided with meaningfulness learning based approach.

ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR DALAM MENGUBAH SOAL CERITA KE DALAM KALIMAT MATEMATIKA PADA MATERI OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN SAMPAI DENGAN 50 (Studi Kasus Pada Siswa Kelas I SD di Kabupaten Blora)

ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR DALAM MENGUBAH SOAL CERITA KE DALAM KALIMAT MATEMATIKA PADA MATERI OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN SAMPAI DENGAN 50

(Studi Kasus Pada Siswa Kelas I SD di Kabupaten Blora)

Prosiding Supermat Pendidikan Matematika

Oleh. Arnasari Merdekawati Hadi

Abstrak : Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat siswa yang mengalami kesulitan mengubah soal cerita dalam kalimat matematika sehingga soal-soal perlu diberikan kepada dalam bentuk kalimat matematika dengan menuliskan lambang bilangannya langsung. Agar pembelajaran lebih efektif, maka kalimat dalam soal cerita menggunakan kalimat yang lebih singkat, jelas dan di buat bersusun tidak dalam bentuk kalimat panjang. Karena kelas I SD masih pembelajaran tematik maka soal ceritapun harus bertema dan di mulai dari hal-hal konkret, bercerita tentang barang/benda yang ada di lingkungan siswa.  Penyelesaian soal cerita mengharuskan guru menekankan langkah-langkah dalam menyelesaikan soal cerita seperti: siswa terlebih dahulu membaca soal dan memikirkan hubungan antara bilangan-bilangan yang ada dalam soal, menuliskan kalimat matematika, menyelesaikan kalimat matematika, dan menggunakan penyelesaian untuk menjawab pertanyaan.

PENDEKATAN OPEN ENDED DALAM MENINGKATAN KREATIVITAS PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA

PENDEKATAN OPEN ENDED DALAM MENINGKATAN KREATIVITAS PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA

Oleh. Arnasari HM

Abstrak :Matematika sebagai salah satu mata pembelajaran  di sekolah dinilai sangat memegang peranan penting dalam kehidupan, karena matematika dapat meningkatkan pengetahuan siswa dalam berpikir secara logis, rasional, kritis, cermat, efektif, dan efisien.  Untuk meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar siswa serta untuk menghilangkan anggapan yang keliru terhadap matematika, pendekatan open ended adalah salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan itu. Dengan menggunakan pendekatan open ended, siswa bisa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengeksperisikan idenya, siswa secara intrinsik termotivasi untuk memberikan bukti atau penjelasan dan siswa memiliki pengalaman banyak untuk menemukan sesuatu dalam menjawab permasalahan yang diberikan yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kreativitas pembelajaran siswa.

METODE PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DENGAN PENILAIAN PORTOFOLIO

METODE PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DENGAN PENILAIAN PORTOFOLIO

Arnasari MH.

Abstrak: Pendidikan pada dasarnya adalah upaya mewujudkan sebuah masyarakat yang ditandai adanya keluhuran budi dalam individu, keadilan dalam negara, dan sebuah kehidupan yang lebih bahagia dari setiap individunya. Untuk mencapai itu semua, guru mempunyai peran yang sangat penting terhadap keberhasilan anak didiknya. Metode pembelajaran snowball throwing dengan penilaian portofolio adalah suatu metode pembelajaran yang terdiri dari beberapa kelompok yang masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola lalu dilempar ke siswa lain untuk dijawabnya, kemudian diakhiri dengan menuliskan laporan dari pembelajaran tersebut, kemudian mengumpulkannya ke dalam suatu map yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi untuk memantau  perkembangan pengetahuan, ketrampilan dan sikap siswa dalam suatu mata pelajaran.

Pemanfaatan Tutor Sebaya Dengan Setting Kooperatif untuk Peningkatan Hasil Belajar Matematika

Pemanfaatan Tutor Sebaya Dengan Setting Kooperatif untuk Peningkatan Hasil Belajar Matematika

Oleh : Saifullah

 

Abstrak : Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan proses dari seorang yang berusaha untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang relatif menetap. Anak yang berhasil dalam belajar akan mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional. Pengajaran yang efektif menghendaki penggunaan alat-alat atau sumber daya-sumber daya yang ada baik fisik maupun non fisik secara maksimal. Salah satu sumber daya nonfisik tersebut adalah teman sebaya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan tutor sebaya dalam meningkatkan hasil belajar matematika dengan menggunakan setting kooperatif

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL
KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION

Oleh : Dusalan

Abstrak: Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun
melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis
dari kebenaran sebelumnya sudah diterima, sehingga keterkaitan antar konsep dalam
matematika bersifat sangat kuat dan jelas. Dalam pembelajaran matematika agar mudah
dimengerti oleh siswa, proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah
dimiliki oleh siswa. Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berfikir secara
sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten. Tujuan dari penelitian ini adalah: